Tips Keselamatan Kerja Menggunakan Operator Mesin

Image result for mesin operator

 

Pada semuanya bidang industri yang menghasilkan barang dalam jumlah besar tentu memakai perlengkapan mesin yang beragam jenis manfaatnya. Berbarengan dengan itu satu diantara aspek yang semestinya jadi perhatian menejemen perusaan yaitu pentingnya keselamatan beberapa pekerja, terutama operator mesin. Di bawah ini yaitu banyak hal yang perlu di perhatikan oleh operator mesin :

  • Memakai pakaian yang aman (tak longgar) dan jangan sampai hentikan kerja mesin dengan menahan bagian mesin yang tengah bergerak dengan tangan kosong karena tenaga manusia tak dapat melawan kemampuan gerakan mesin.
  • Dilarang buka alat pengaman atau tutup mesin yang tengah dioperasikan, mekipun dengan maksud berikan pelumas, jadi mesti ditunggu dahulu hingga mesin berhenti bekerja.
  • Memakai penutup rambut saat bekerja di bengkel supaya tak berlangsung kecelakaan akibat rambut yang tersangkut pada mesin yang bekerja.
  • Jika pekerjaan terkait dengan pisau mesin gergaji atau gerinda, semestinya tak berdiri di depan atau di posisi searah dengan putarannya dan jangan pernah menyentuhnya saat tengah lakukan pekerjaan
  • Memakai kacamata pengaman saat lakukan pekerjaan yang membuahkan beram (tatal logam).
  • Pada pekerjaan yang memerlukan kerja mengangkat dan menarik beberapa barang, baiknya memakai sarung tangan untuk hindari luka yang dapat berlangsung pada telapak tangan.
  • Membuat perkakas kerja kembali ke tempatnya saat usai dipakai dengan posisi yang aman.
  • Mematikan sumber listrik dari mesin jika usai dipakai atau akan diperbaiki serta melepas tuas dari jalinan roda gigi.
  • Jika berlangsung rusaknya pada benda kerja berharap selekasnya mengehentikan mesin dan mematikan aliran listriknya dan sebelumnya di pastikan aman janganlah dinyalakan dahulu.
  • Pada pekerjaan pengelasan diharuskan memakai pelindung berbentuk pengaman mata dan pelindung tubuh.
  • Baiknya ruang kerja dijaga kerapiannya dan menempatkan sekat supaya jika berlangsung percikan atau ada satu diantara alat yang lepas dari mesin akan tidak tentang operator.
  • Menggunakan pelindung jika memakai beram pada mesin-mesin yang tengah beroperasi dan janganlah samapi bersihkan dengan tangan terbuka.
  • Meyakinkan kalau alat-alat pengaman anggota badan telah digunakan dengan benar. Seperti sepatu safety, seragam, helm, ear, masker dll.

Sudah pasti keselamtan kerja operator mesin begitu bergantung juga pada kesadaran pribadi yang lakukan pekerjaan itu, meskipun juga diperlukan pengawasan dari pihak perusahaan supaya tak berlangsung hal yang jelek saat sistem produksi.

Keselamatan Kerja Las Listrik, Asetilin, dll.

Keselamatan Kerja Las

Sahatab-sahabat, bicara mengenai teori keselamatan kerja las, maka yang perlu di perhatikan yaitu keselamatan kerja pada juru las, keselamatan pada lingkungan, keselamatan pada mesin las serta keselamatan pada peralatan yang lain.

Untuk mendukung keselamatan kerja, yg tidak kalah pentingnya juga selalu untuk memerhatikan alat-alat keselamatan kerja las yang harus disiapkan dan nanti dipakai ketika bekerja, di mana alat-alat keselamatan kerja ini pengadaannya bisa sesuai dengan keperluan pekerjaan las yang akan dikerjakan.

Image result for kerja las

Baik, akan kita mulai ikuti materi keselamatan kerja lasnya. Lumayan komplit meskipun tak betul-betul komplit, karena sebagian buku pegangan semasa sekolah/kuliah dahulu yang berkaitan dengan hal semacam ini telah tak ada lagi tak tahu kemana, bahkan juga materi yang ditulis ini juga hanya saya peroleh dari Tips Sistem Produksi pada laboratorium tehnik produksi.

A. Keselamatan Pada Juru Las

Bahaya yang mungkin dapat berlangsung pada juru las yaitu karena sinar dan cahaya las, karena panas busur listrik pada saat lakukan pengelasan, serta karena gas dari arus listrik, pelindung dari asap las, debu, dan gas.

1. Karena sinar dan sinar

Pada sistem pengelasan terlebih pada las listrik, pastinya akan muncul sinar dan cahaya yang bisa membahayakan juru las atau pekerja yang lain yang ada di sekitaran pengelasan, yakni : cahaya inframerah, cahaya ultraviolet, dan sinar terlihat.

Cahaya Inframerah. Ada cahaya tak selekasnya merasa oleh mata, karena itu hal semacam itu lebih beresiko karena tak di ketahui, tak tampak, dan tak merasa. Pengaruhnya pada mata sama juga dengan dampak panas yang mengakibatkan pembengkakan pada kelopak mata dan berlangsung penyakit kornea, prebiopia yang sangat awal dari kerabunan.

Cahaya Ultraviolet. Cahaya ultraviolet sesungguhnya pancaran cahaya yang gampang terserap dan memiliki dampak besar pada reaksi kimia yang berlangsung pada badan. Apabila cahaya itu terserap oleh lensa dan kornea mata manusia melebihi jumlah tertentu, maka pada mata akan merasa ada benda-benda asing di dalamnya, kurun waktu 6-12 jam lalu mata akan jadi sakit sepanjang 6-34 jam, dan lalu akan hilang sakitnya sesudah 48 jam.

Sinar Terlihat. Semuanya sinar terlihat yang masuk ke mata, akan diteruskan oleh lensa mata dan kornea mata ke retina mata. Apabila sinar yang masuk sangat kuat, mata akan jadi capek dan sakit, namun hanya berbentuk sesaat.

Pelindungnya :

  • Untuk melindungi atau melindungi mata, maka mesti memakai kacamata las/topeng las/helm las yang perlu dapat turunkan kemampuan pancaran sinar terlihat, serta mesti dapat mengisap atau melindungi cahaya ultra violet dan cahaya infra merah.

Hal yang perlu di perhatikan dalam memilih kacamata :

  • Kaca dari kacamata las mesti berwarna gelap.
  • Mesti memiliki daya penerus yang pas pada sinar terlihat.
  • Mesti dapat menahan sinar dan cahaya yang beresiko.
  • Mesti memiliki beberapa karakter yg tidak melelahkan mata.
  • Mesti tahan lama dan memiliki karakter tak gampang berubah
  • Mesti memberi rasa nyaman pada pengguna.

2. Karena panas busur listrik saat mengelas

Juru las mesti melindungi diri dari munculnya panas dan loncatan busur api yang tidak pasti arah, yang apabila terserang kulit bisa menyebabkan luka bakar dan munculnya kebakaran pada baju. Untuk melindungi supaya terlepas dari busur api, maka juru las menggunakan baju las yang tahan pada panas (apron), serta melindungi baju kerja yang terlepas dari minyak atau gemuk.

Karena percikan terak. Memerlukan pembersih terak untuk tahu buruk baiknya hasil pengelasan. Saat bersihkan, butuh sekali melindungi terak agar tidaklah sampai terloncat ke mata.
Karena arus listrik. Banyak juru las atau pekerja yang lain alami kecelakaan disebabkan arus listrik, bahkan juga hingga tewas. Terkadang dengan surprise kecil, umpamanya : apabila orang terperanjat lantas jatuh dari tempat yang tinggi. Peluang surprise listrik dapat dikarenakan oleh sentuhan pada tubuh dengan elektroda atau pemegang elektroda dari mesin las yg tidak terbeban (tak dipakai), bahkan juga ada yang tersenggol oleh kabel penghubung yang alami rusaknya isolator.

Karakter arus yang dipakai :

  • Arus 1 MA hanya menyebabkan surprise yang kecil dan tak membahayakan.
  • Arus 5 MA akan memberi stimulasi yang cukup tinggi pada otot dan menyebabkan rasa sakit.
  • Arus 10 MA akan mengakibatkan rasa sakit yang hebat.
  • Arus 20 MA akan mengakibatkan terjadinya pengerutan pada otot, hingga orang tidak bisa melepas dianya tanpa ada pertolongan orang lain.
  • Arus 50 MA sangatlah beresiko.
  • Arus 100 MA akan mengakibatkan kematian.

Beberapa langkah penanggulangan :

  • Mesti memakai sarung tangan (welding gloves), sepatu yang berisolator, dan baju kerja (apron). Apabila tubuh berkeringat tidak ada perlindungan, kita mesti berhenti dan mengeringkannya terlebih dulu untuk hindari ada jalinan segera dengan tubuh.
  • Mesti memakai kabel dan pegangan yang prima.
  • Pemegang elektroda mesti ditempatkan pada tempat yang berisolator atau digantung apabila tengah tak digunakan.
  • Pergantian elektroda mesti dikerjakan dengan hati-hati.
  • Dalam kondisi istirahat, mesin las mesti dimatikan.

3. Karena asap las, debu, dan gas

Dalam soal ini, kerap seseorang juru las meremehkan pernapasannya, lebih-lebih didalam ruang. Dengan hawa yang dihisap (memiliki kandungan debu, gas, dan asap las), maka kurun waktu yg tidak lama juru las akan menanggung derita sakit pernapasan. Untuk kurangi beberapa hal itu memerlukan ventilasi atau memakai pelindung pernapasan.

Prasyarat pelindung pernapasan :

  • Memiliki daya tampung yang tinggi.
  • Sesuai sama bentuk muka.
  • Tak menggangu pernapasan.
  • Kuat, enteng, dan gampang perawatannya.

B. Keselamatan Pada Lingkungan

Untuk melindungi jangan pernah berlangsung rusaknya pada lingkungan, umpamanya saja bahaya ledakan dan kebakaran, maka memerlukan penanggulangan.

Apabila mengelas tangki, sebelumnya dilas mesti lebih dulu dibikin bersih dari beberapa zat yang gampang terbakar.
Untuk menghindar terjadinya kebakaran, janganlah mengelas ditempat yang banyak zat yang gampang terbakar.

C. Keselamatan pada mesin las dan peralatannya

  • Letakkan mesin las jauh dari hawa yang basah.
  • Lakukan janganlah melebihi kekuatan mesin las supaya dapat tahan lama.
  • Pakai kabel penghubung dengan ukuran yang sesuai sama.
  • Gunakan alat-alat bantu yang sesuai sama manfaatnya.

Perlindungan umum :

  • Gunakan tabir, apabila sangat banyak juru las yang bekerja disuatu ruang.
  • Jika pengelasan dikerjakan pada ruang yang berdinding, sebaiknya dicat dengan beberapa zat yang dapat menyerap bebrapa cahaya las.
  • Diwaktu hujan, badai, atau angin kencang, mengelas di hawa terbuka begitu dilarang, terkecuali ada persediaan yang penting untuk menyingkirkan bebrapa dampak yang jelek itu.

Keselamatan Kerja Las dan Mencegah Kecelakaan

  • Hindari bahaya kebakaran, jauhkan beberapa bahan yang gampang terbakar.
  • Check sambungan supaya tak bocor, pakai air sabun untuk mengeceknya, janganlah sekali-kali memakai api.
  • Pada saat buka atau tutup kran tabung, tangan mesti bebas dari minyak.
  • Dilarang buka kran tabung lewat cara dihentakkan.
  • Gunakan kunci tabung yang spesial, janganlah disambung dengan yang lain.
  • Biaarkan kunci tabung pada posisi di mana ia di buka, terutama pada tabung acetylene.
  • Janganlah berdiri di depan regulator saat buka katup, berdirilah di sisi lain.
  • Katup tabung baiknya di buka 1/2 kali putaran.
  • Pakai desakan kerja yang sesuai sama untuk pengelasan yang disebut.
  • Tutup kembali katup-katup tabung apabila sudah usai, berikan sinyal untuk tabung yang telah kosong.
  • Dilarang meletakkan tabung dekat dengan sumber panas api, matahari, atau yang lain.
  • Tabung diletakkan pada troli atau disandarkan ke dinding dan mesti diikat erat.
  • Jauhkan benda-benda keras yang bisa menerpa tabung.
  • Saat memindahkan tabung gas, tutup pengamannya mesti dipasang, dan posisi tabung mesti direbahkan.
  • Gunakanlah alat-alat pengaman operator (kacamata, sarung tangan, pakaian pelindung, dan sepatu safety kulit yang baik).
  • Jauhi peluang ada bahaya ledakan akibat terjadinya kontak dengan minyak.
  • Baju mesti bersih dari minyak dan pelumas.
  • Alat-alat, kran, manometer, dan pipa gas yang rusak janganlah digunakan.
  • Dilarang melilitkan pipa gas pada tubuh di saat mengelas.
  • Janganlah dibiarkan brander menyala jika tak dipakai.
  • Brander tak bisa digunakan untuk memukul suatu hal.
  • Panjang dari selang mesti diperhitungkan, janganlah sangat panjang atau pendek.
  • Janganlah memakai selang yang rusak/tua.
  • Hindari selang gas dari percikan api.
  • Selang gas tak bisa ada melintang ditempat jalan.
  • Selang tak bisa diikat untuk menstop/hentikan gas meskipun untuk sesaat.
  • Upayakan ventilasi hawa bisa jalan dengan baik.
  • Hati-hati dengan gas beracun yang muncul ketika mengelas.
  • Janganlah memakai perlengkapan yang memakai bahan dari kayu.
  • Siapkan senantiasa alat pemadam kebakaran.

Sahabat-sahabat, sekianlah materi mengenai keselamatan kerja las yang dapat saya tuliskan. Mudah-mudahan sudi serta berguna bagi Anda.

Kriteria Aman Ruangan Kerja

Ruangan lingkup kerja
Lingkungan kerja yang mengasyikkan, akan punya pengaruh pada penambahan kemampuan perusahaan dalam menggerakkan kegiatannya.
Lingkungan kerja yaitu suatu hal yang ada di sekitar pekerja yang memengaruhi dalam bekerja. Lingkungan kerja di dalam perusahaan penting untuk di perhatikan oleh manajemen perusahaan yang akan medirikan pabrik atau perusahaan itu.

Bildergebnis für Kriteria Ruangan Kerja

Prasyarat – prasyarat Ruangan Kerja pada umumnya :
1. Penenrangan
Penenrangan yaitu cukupnya cahaya yang masuk dalam ruang kerja, semasing karyawan perusahaan.
2. Suhu karyawan.
Temperatur hawa atau suhu hawa sangat panas bagi karyawan akan jadi penyebabnya penurunan kenikmatan keja beberapa karyawan hingga bisa menyebabkan beberapa kekeliruan proses sistem produksi.
3. Kebisingan
Karyawan membutuhkan situasi yang bisa mensupport konsentrasi dalam bekerja, situasi bising yang bersumber dari mesi-mesin pabrik ataupun dari kendaraan umum akan menggangu konsentrasi karyawan bekerja.
4. Ruangan Gerak
Manajemen perusahaan butuh untuk memerhatikan ruangan gerak yang ideal dalam bergerak dengan baik, sangat sempitnya ruangan gerak yang ada akan menyebabkan karyawan tidak bisa bekerja dengan baik.
5. keamanan Kerja
Keamanan kerja adalah factor yang begitu penting yang di perhatikan oleh perusahaan. Keadaan kerja yang aman akan membuat karyawan tenang dalam bekerja hingga tingkatkan produktifitas karyawan. Memakai APD sesuai dengan medan pekerjaan masing masing karyawan, minimal gunakan sepatu safety dan seragam kerja ketika bekerja.
Indicator Lingkungan Kerja
Indicator lingkungan kerja yang baik diantaranya :
1. Tata ruangan yang pas dan dapat memberi keleluasaan bekerja beberapa karyawan.
2. Pencahayaan mencukupi hingga dapat medukung kemampuan karyawan.
3. Drainase dan pentilasi yang baik hingga terwujud suhu dan kelembaban ruang.
4. Penyusunan ruang yang sangat mungkin penciptaan ruang yang tenang dari nada bising.